Apakah Ibu Hamil Boleh Naik Pesawat? Pahami Syarat dan Tipsnya

Sebagian orang ada yang menganggap bahwa bepergian naik pesawat bisa membahayakan ibu hamil. Lantas, apakah boleh ibu hamil naik pesawat? Pahami syarat dan tipsnya di sini agar tidak bingung.

Bepergian menggunakan pesawat memang sering menjadi pilihan karena dianggap paling cepat sampai dari segi waktu. Akan tetapi sebelum terbang, khususnya untuk ibu hamil, diperlukan perhatian ekstra terutama jika memiliki penerbangan jarak jauh.

Tekanan udara di dalam kabin, durasi duduk yang terlalu lama hingga berjam-jam, sampai risiko kelelahan kerap menjadi kekhawatiran tersendiri. Maka dari itu, penting sekali bagi calon ibu memahami kapan waktu terbaik untuk bepergian sebelum memesan tiket pesawat.

Melalui persiapan yang matang dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku, calon ibu dapat pergi tanpa rasa khawatir. Yuk, simak penjelasan seputar syarat dan tips selengkapnya dalam artikel ini.

Kapan Ibu Hamil Boleh Naik Pesawat?

Umumnya, ibu hamil boleh saja naik pesawat selama kehamilannya sehat dan tidak memiliki riwayat kondisi tertentu. Namun, waktu terbaik untuk terbang biasanya berbeda-beda bagi setiap orang.

Pada trimester pertama (usia janin 1–12 minggu), ibu hamil sebetulnya diperbolehkan naik pesawat. Tetapi pada trimester ini keluhan yang paling sering muncul yaitu mual, muntah, mudah lelah, dan masih terlalu berisiko.

Di trimester kedua (usia janin 13–27 minggu), kondisi tubuh ibu hamil sudah mulai stabil. Biasanya, pada usia kehamilan inilah yang paling aman dan banyak dipilih untuk bepergian dengan pesawat.

Pada trimester tiga (usia janin di atas 28 minggu), meskipun perut ibu hamil sudah mulai terlihat membesar, waktu ini juga masih relatif aman untuk melakukan perjalanan udara. Tetapi, jangan lupa memperhatikan waktu perkiraan persalinan.

Baca Juga: Cari Tahu Perbedaan Kelas di Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Syarat Ibu Hamil Terbang Naik Pesawat

Ada beberapa persyaratan yang harus ibu hamil penuhi supaya perjalanan tetap aman selama penerbangan, seperti:

1. Surat Keterangan Layak Terbang dari Dokter Kandungan

Syarat pertama yaitu surat keterangan layak terbang dokter kandungan, terutama bagi ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 28 minggu. Surat ini biasanya berisi dan menyatakan bahwa kondisi ibu dan janin sehat serta layak untuk melakukan perjalanan udara.

2. Batas Maksimal Kehamilan

Kedua, perhatikan pula usia kehamilan maksimal yang diperbolehkan oleh maskapai. Secara umum, ibu hamil dengan usia kandungan hingga 32 minggu masih diperbolehkan terbang tanpa pendamping medis.

Pada usia kehamilan 32–36 minggu, biasanya dibutuhkan surat rekomendasi dokter dan persetujuan maskapai. Sementara itu, untuk kehamilan di atas 36 minggu umumnya tidak diperkenankan terbang karena khawatir muncul memicu kontraksi.

3. Terhindar dari Kondisi Tertentu

Ketiga, pastikan ibu hamil tidak memiliki komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, perdarahan, risiko kelahiran prematur, atau riwayat keguguran berulang. Jika memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memesan tiket.

Selain itu, hal paling penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah menyiapkan asuransi perjalanan yang mengcover kondisi kehamilan. Hal ini akan sangat membantu apabila terjadi keadaan darurat selama perjalanan.

Tips Bagi Ibu Hamil Saat Naik Pesawat

Selain syarat administratif, ada beberapa tips penting yang perlu ibu hamil perhatikan saat berada di dalam pesawat.

    1. Pilih kursi yang nyaman seperti kursi dekat lorong. Posisi ini akan memudahkan ibu hamil untuk berdiri dan berjalan ringan guna melancarkan peredaran darah serta mengurangi risiko pembengkakan kaki.
    2. Gunakan sabuk pengaman dengan benar di bawah perut, tepat di area panggul. Ini penting untuk menghindari tekanan langsung pada perut dan berimbas ke bayi selama penerbangan.
    3. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, sebab udara di dalam kabin pesawat cenderung kering dan bisa membuat ibu hamil lebih rentan kehilangan cairan tubuh.
    4. Lakukan gerakan ringan seperti meregangkan kaki atau berjalan sebentar, terutama pada penerbangan jarak jauh. Cara ini efektif untuk mencegah pembekuan darah atau kram.
    5. Pilih pakaian yang longgar karena pakaian yang terlalu ketat dapat mengganggu sirkulasi darah dan membuat tubuh cepat lelah.

Seperti itulah jawaban dari pertanyaan “apakah ibu hamil boleh naik pesawat?”. Pada dasarnya, ibu hamil tetap diperbolehkan bepergian dengan pesawat selama kondisi kehamilan sehat dan sesuai dengan syarat serta aturan yang berlaku.

Jika sudah mengetahui jawabannya, ayo mulai rencanakan perjalanan ke destinasi impian di seluruh dunia sekarang dengan harga paling hemat. Pesan tiket pesawat, hotel, paket tur (ALL-IN), sampai asuransi perjalanan melalui satu portal di Via.com Indonesia.

Buktikan hematnya melalui id.via.com (khusus mitra) atau www.via.id (khusus umum) sekarang juga!

Ambil Promo Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *